Allah
berfirman,
‘’Katakanlah
kepada wanita-wanita muslimah untuk menundukkan pandangan mata mereka, menjaga
kemaluan dan tidak menampakkan perhiasan mereka , kecuali apa yang semestinya
tampak dari luar. Hendaklah mereka menutupkan jilbab mereka ke dada dan tidak
menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka’’. An –Nuur :30.
Setelah itu Allah berfirman,
‘’Dan
mereka tidak memukulkan kaki mereka , supaya mereka memperlihatkan perhiasan
yang tersembunyi, Bertobatlah kalian semua kepada Allah , wahai kalian
orang-orang yang beriman, semoga kalian bahagia’’. An- Nuur :31
Ayat ini
memerintahkan untuk menutupkan kerudung ke leher dan dada. Itulah batasan untuk
bagian atas. Lantas bagaimana dengan batasan untuk bagian yang bawah? Itulah
yang disebutkan olah ayat .’’ Dan mereka tidak memukulkan kaki mereka supaya
diketahui perhiasan mereka yang tersembunyi’’.
Perhiasan
kaki adalah gelang kaki. Ketika mereka menutupi perhiasan tersebut dengan
pakaian yang sempurna, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia, maka
mereka memukulkan kaki mereka. Sehingga, merek dapat memberitahukan adanya
perhiasan dibalik jilbabnya. Dengan demikian, bearti diharuskan menutup dua betis
sampai tempat perhiasan dan termasuk diantaranya adalah dua mata kaki.
Dlam
hadits riwayat al-Baihaqi disebutkan bahwa ketika Asma binti Abu Bakar ke rumah
Rasulullah dengan mengenakan pakaian tipis, maka beliau bersabda,’’ Hai Asma,
sesungguhnya ketika seorang wanita sudah mencapai massa haid, maka tidaklah
pantas darinya untuk dilihat, selain ini dan ini ‘’. Rasulullah memberi syarat
kepada wajah dan telapak tangan.
Diceritakan
oleh Aisyahr.a bahwa para wanita muslimah ikut melaksanakan shlat subuh bersama
Rasulullah dengan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal. Kemudia mereka
segera kembali ke rumah begitu selesai menunaikan shlat. Mereka tidak dikenali
karena hari masih gelap.
Ada persyaratan
lain , termasuk diantara adalah bahwa
pakaian itu sendiri bukan sebuah perhiasan . Asumsi ini dapat dipahami dari
firman Allah,’’Dan mereka tidak menampakkan perhiasan mereka.’’ Dan juga firman
Allah,’’Dan mereka berdiamlah kalian dirumah kalian . Janganlah kalian memerkan
perhiasan kalian sebagaimana orang jahiliah yang pertama memamerkan perhiasan mereka.’’
Disyaratkan
juga bahwa pakian tersebut terbuat dari bahan yang tebal , bukan pakaian yang
tipis. Karena, Rasulullah bersabda,
‘’Kelak
akan ada di akhir umatku wanita-wanita yang mengenakan pakaian namun mereka
telanjang. Diatas kepala mereka, ada sesuatu yang mirip punuk unta yang gemuk.
Kutuklah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terkutuk’’.
Pakaian
tersebut melekat ketat yang menggambarkan lekuk fisik tubuh. Begitu juga mereka
mendapatkan bau harum semerbak, karena Rasulullah bersabda,
‘’Wanita
manapun yang menggenakan wewangian , kemudian melewati suatu kaum, supaya
mereka mendapatkan bau harumnya, maka dia adalah seorang pezina’’.
Begitu juga
, pakaian tersebut tidak boleh menjadikan seorang wanita mirip dengan kaum
laki-laki, karena Rasulullah bersabda,
‘’Bukan
termsuk golongan kami, lelaki yang menyerupai kaum wanita dan tidak pula wanita
yang menyerupai kaum lelaki’’.
Pakaian
itu juga tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir. Karena, dalam banyak
kesempatan di dalam al –QurĂ¡n. Orang muslim dituntut untuk tidak mengikuti hawa
nafsu orang kafir.
Disyaratkan
juga pakaian tersebut tidak menimbulkan syahwat atau nafsu lawan jenis. Rasulullah
telah bersabda,
‘’barangsiapa
mengenakan pakaian yang menimbulkan syahwat ketika dunia, maka kelak di hari
kiamat, Allah akan mengenakan pakaian yang menghinakan kepadanya, kemudian
mengobarkan api didalamnya’’.
Sumber : DR. Sayyid Al-Jumaili. Pesan-pesan Rasulullah
kepada Muslimah
No comments:
Post a Comment