May 5, 2016

Bentuk Busana Muslimah



Allah berfirman,
‘’Katakanlah kepada wanita-wanita muslimah untuk menundukkan pandangan mata mereka, menjaga kemaluan dan tidak menampakkan perhiasan mereka , kecuali apa yang semestinya tampak dari luar. Hendaklah mereka menutupkan jilbab mereka ke dada dan tidak menampakkan perhiasan kecuali kepada suami mereka’’. An –Nuur :30.
Setelah itu Allah berfirman,
‘’Dan mereka tidak memukulkan kaki mereka , supaya mereka memperlihatkan perhiasan yang tersembunyi, Bertobatlah kalian semua kepada Allah , wahai kalian orang-orang yang beriman, semoga kalian bahagia’’. An- Nuur :31
Ayat ini memerintahkan untuk menutupkan kerudung ke leher dan dada. Itulah batasan untuk bagian atas. Lantas bagaimana dengan batasan untuk bagian yang bawah? Itulah yang disebutkan olah ayat .’’ Dan mereka tidak memukulkan kaki mereka supaya diketahui perhiasan mereka yang tersembunyi’’.
Perhiasan kaki adalah gelang kaki. Ketika mereka menutupi perhiasan tersebut dengan pakaian yang sempurna, sebagaimana yang ditunjukkan oleh ayat yang mulia, maka mereka memukulkan kaki mereka. Sehingga, merek dapat memberitahukan adanya perhiasan dibalik jilbabnya. Dengan demikian, bearti diharuskan menutup dua betis sampai tempat perhiasan dan termasuk diantaranya adalah dua mata kaki.
Dlam hadits riwayat al-Baihaqi disebutkan bahwa ketika Asma binti Abu Bakar ke rumah Rasulullah dengan mengenakan pakaian tipis, maka beliau bersabda,’’ Hai Asma, sesungguhnya ketika seorang wanita sudah mencapai massa haid, maka tidaklah pantas darinya untuk dilihat, selain ini dan ini ‘’. Rasulullah memberi syarat kepada wajah dan telapak tangan.
Diceritakan oleh Aisyahr.a bahwa para wanita muslimah ikut melaksanakan shlat subuh bersama Rasulullah dengan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal. Kemudia mereka segera kembali ke rumah begitu selesai menunaikan shlat. Mereka tidak dikenali karena hari masih gelap.
Ada persyaratan lain , termasuk diantara  adalah bahwa pakaian itu sendiri bukan sebuah perhiasan . Asumsi ini dapat dipahami dari firman Allah,’’Dan mereka tidak menampakkan perhiasan mereka.’’ Dan juga firman Allah,’’Dan mereka berdiamlah kalian dirumah kalian . Janganlah kalian memerkan perhiasan kalian sebagaimana orang jahiliah yang pertama memamerkan perhiasan mereka.’’
Disyaratkan juga bahwa pakian tersebut terbuat dari bahan yang tebal , bukan pakaian yang tipis. Karena, Rasulullah bersabda,
‘’Kelak akan ada di akhir umatku wanita-wanita yang mengenakan pakaian namun mereka telanjang. Diatas kepala mereka, ada sesuatu yang mirip punuk unta yang gemuk. Kutuklah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terkutuk’’.
Pakaian tersebut melekat ketat yang menggambarkan lekuk fisik tubuh. Begitu juga mereka mendapatkan bau harum semerbak, karena Rasulullah bersabda,
‘’Wanita manapun yang menggenakan wewangian , kemudian melewati suatu kaum, supaya mereka mendapatkan bau harumnya, maka dia adalah seorang pezina’’.
Begitu juga , pakaian tersebut tidak boleh menjadikan seorang wanita mirip dengan kaum laki-laki, karena Rasulullah bersabda,
‘’Bukan termsuk golongan kami, lelaki yang menyerupai kaum wanita dan tidak pula wanita yang menyerupai kaum lelaki’’.
Pakaian itu juga tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir. Karena, dalam banyak kesempatan di dalam al –QurĂ¡n. Orang muslim dituntut untuk tidak mengikuti hawa nafsu orang kafir.
Disyaratkan juga pakaian tersebut tidak menimbulkan syahwat atau nafsu lawan jenis. Rasulullah telah bersabda,
‘’barangsiapa mengenakan pakaian yang menimbulkan syahwat ketika dunia, maka kelak di hari kiamat, Allah akan mengenakan pakaian yang menghinakan kepadanya, kemudian mengobarkan api didalamnya’’. 

Sumber :  DR. Sayyid Al-Jumaili. Pesan-pesan Rasulullah kepada Muslimah

No comments: