masih
pada ruang yang sama
jarak
menjadi benteng antara kita
ingin
jua aku bertanya, siapakah dia
ingin
jua aku mendekati, namun kita dua insan tanpa ikatan
mendengar
suara mu, jadikan jiwa meronta pilu ingin bertemu
mendengar
langkah kakimu, koyakkan iman tanpa malu
tajamnya
dingin subuh, seringakali menjadi saksi bisu
dosa
yang berulang aku lakukan
setanpun
tertawa bahagia, bagai budak yang mardeka
masih
pada raga yang sama
entah
siapa dia, aku pun tak jua jera
mendengar
tapak kaki yang melangkah pergi
tatkala
panggilan Tuhan menggema merdu
ya,
mungkin aku jatuh hati
pada
raga yang memiliki suara tanpa rupa
pada
kaki yang melangkah pergi pada rumah paling mulia
mengagumi
hanya melalui suara
telingga
menjadi peranta dosa
karna
aku menyuka langkah kaki yang melantun indah
Dikala
subuh nan sepi, begitu jelas terdengar ditelingga
kesatria
subuh, mungkinkah kita akan bertemu???
No comments:
Post a Comment