May 7, 2016

Aturan Shaf Shalat Bagi Muslimah




Abu Hurairah r.a meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik shaf (barisan Shalat) bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling buruk adalah bagian terakhir. Dan sebaik-baiknya shaf bagi perempuan adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah bagian paling depan. HR. Muslim dan Tarmidzi
Saudariku pembaca budiman, melalui hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah ini, Rasulullah saw menjelaskan seperti apa posisi wanita muslimah didalam shaf (barisan) shalat berjamaah. Ternyata , memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal keutamaannya dengan laki-laki.
Kalau shaf shalat laki-laki dalam shalat berjamaah yang paling utama adalah paling depan , sedangkan untuk perempuan shaf yang paling utamanya adalah bagian belakang. Ada dua tujuan dibalik penentuan shaf ini.
1.     Menghindari Fitnah dan menimbulkan kekhusyukan
Saudariku, dengan adanya peraturan shaf seperti ini insya Allah kekhusyukan shalat bakal tercipta. Sebab, jamaah laki-laki tidak dekat dengan jemaah perempuan.Bakal ad yang menyelangi jemaah anak-anak , baik laki-laki ataupun perempuan hingga urutan shaf terbagi menjdai tiga bagian. Jemaah laki-laki, jemaah anak laki-laki, jemaah anak perempuan dan jemaah permpuan dewasa.
Ketika shaf diatur seperti ini , maka tidak ada lagi pengelihatan yang bisa terjadi antara jemaah laki-laki dan jemaah perempuan . Selain itu anak-anak yang bermain dimsjidpun tidak ada . Sebab, ia merasa diawasi oleh jemaah perempuan yang ada dibelakangnya.
Namun realita sekarang kita sering saksikan, jemaah perempyan terkadang sibuk berada di shaf terdepan sehingga membelakangi shaf anak perempuan. Akhirnya, kekhusyukan tidak tercipta. Bahkan bisa menimbulkan fitanah ketika melihat ada hal yang aneh dengan jemaah laki-laki ketika tirai pembatas tidak terlalu tinggi. Fitnah tersebut muncul dan menyebar melalui gosip atau ghibah.
2.    Kaharusan Jemaah Perempuan datang ke masjid belakangan
Memposisikan shaf perempuan dibelakang sebenarnya memberikan isyarat bahwa perempuan boleh ke masjid tetapi datangnya belakangan , memasuki waktu  shalat atau saat adzan berkumandang. Tujuannya, untuk menghindari fitnah saat bertemu dengan jemaah laki-laki.
Pada dasarnya perempuan tidak diharuskan atau diwajibkan untuk shalat berjemaah dimassjid . Hanya saja , juga tidak dilarang perempuan ke masjid. Sebab , Rasulullah mengingatkan para suami untuk tidak melarang istrinya pergi shalat berjemaah dimasjid. Rasulullah bersabda,
“Janganlah kalian melarang perempuan-perempuan kalian ketika mereka minta izin untuk pergi ke masjid”. HR. Muslim
Saudariku posisi jemaah perempuan dibelakang mengisyaratkan bahwa jemaaah perempuan mesti lebih dulu keluar dari masjid ketmbang jemaah pria. Agar tidak terjadi fitnah.
Ada beberapa syarat perempuan boleh ke masjid dan memperkecil terjadinya fitnah.
1.     Tidak memakai parfum yang menibulkan wangi yang tidak nyaman bagi laki-laki.
2.    Tidak berhias dan memakai pakaian atau perhiasan yang mengundang perhatian orang lain.
3.    Tidak memakai gelang yang terdengar suara gemercing yang menjadi perhatian orang lain dan membuat kecemburuan hati orang miskin.
4.    Aman dalam perjalanan menuu masjid dari segala jenis ganguan maupun kejahatan.
5.    Tidak berjalan bersama jemaah pria. Jika ada jemaah pria biarkan ia lebih dahulu jalan didepan.
6.    Mendapat izin dari suami bagi wanita yang sudah menikah . Jika tidak dapat izin , maka tidak boleh pergi ke masjid.
7.    Bukan wanita muda atau gadis yang bisa membuat jemaah laki-laki terkena fitnah atau tergoda sehingga menyebabkan diri menjadi pendosa dan bukan mendapatkan pahala ibadah shalat berjamaah ke masjid.  

Sumber : H. Rahmad Hidayat Nasution, LC. Pesan Terakhir Rasulullah SAW untuk Muslimah

No comments: